
Dinasti Zhou adalah dinasti
terakhir sebelum Cina resmi disatukan di bawah Dinasti Qin.
Dinasti Zhou adalah dinasti yang bertahan paling lama dibandingkan dengan
dinasti lainnya dalam sejarah Cina, dan penggunaan besi mulai diperkenalkan di
Cina mulai zaman ini. Sesuai tradisi feodal Cina, para penguasa Zhou mengantikan Dinasti Shang (Yin) dan mengesahkan aturan yang
menetapkan mereka sebagai mandat langit, dimana para penguasa
memerintah atas mandat dari langit. Bila mandat dari langit dicabut, rakyat
berhak menggulingkan penguasa tadi. Perintah langit ditetapkan oleh asumsi
nenek moyang Zhou, Tian-Huang-Shangdi, berada di atas nenek moyang Shang, Shangdi. Doktrin ini
menjelaskan dan membenarkan kekalahanDinasti Xia dan Shang, dan pada waktu yang sama
mendukung hak kekuasaan para penguasa sekarang dan masa depan.
Dinasti Zhou didirikan oleh keluarga Ji (姬) beribukota di Hao (鎬, sekarang di sekitar Xi'an), meneruskan corak budaya dan bahasa dari dinasti sebelumnya, ekspansi Zhou pada awalnya adalah melalui penaklukan. Secara berangsur-angsur Zhou memperluas budaya Shang sampai ke wilayah utara Sungai Panjang.
Pada
awalnya keluarga Ji mengendalikan negara Zhou secara terpusat. Pada tahun 771 SM, setelah Raja You (周幽王) menggantikan ratunya dengan Selir
Baosi, ibukota diserang oleh kekuatan gabungan dari ayah ratu, pangeran Shen
yang bersekutu dengan suku-suku asing. Kemudian, putra sang ratu, Ji Yijiu (姬宜臼) dinaikkan
menduduki tahta sebagai raja baru oleh para bangsawan dari negara Zheng, Lü,
Qin dan pangeran Shen. Ibukota negara kemudian terpaksa dipindahkan ke sebelah
timur di tahun 722 SM, tepatnya ke Luoyang di propinsi Henan sekarang.
Pembagian Dinasti Zhou Barat dan Zhou Timur[
Oleh
karena pemindahan ibukota ini, para sejarahwan kemudian membagi Dinasti Zhou
menjadi Dinasti Zhou Barat (西周) dari akhir abad ke-10 SM sampai dengan tahun 771 SM, serta Dinasti Zhou Timur (東周) dari tahun 770 SM sampai dengan tahun 221 SM. Tahun permulaan Zhou
Barat tetap masih dalam perdebatan, antara – tahun 1122 SM, tahun 1027 SM atau
tahun lain dalam ratusan tahun dari akhir abad ke-12 SM. Pada umumnya,
sejarawan Cina menetapkan tahun 841 SM sebagai tahun awal mula dari tahun
pemerintahan Dinasti Zhou dalam sejarah Cina.
Berdasarkan sejarahwan Cina terkenal, Sima Qian di dalam karya tulisnya Catatan Sejarah Agung, Zhou Timur dibagi
lagi dalam dua zaman yaitu Zaman Musim Semi dan Gugur dan Zaman Negara-negara Berperang.
Kemunduran
Setelah perpecahan
di pusat kekuasaan, pemerintah Zhou makin lemah dalam menjalankan pemerintahan.
Setelah Raja Ping (周平王), raja-raja Zhou yang kemudian berkuasa tidak memiliki kekuasaan yang
nyata karena kekuasaan sebenarnya ada di tangan para bangsawan yang kuat.
Mendekati penghujung Dinasti Zhou, para bangsawan tidak meletakkan lagi
eksistensi keluarga Ji sebagai simbol pemersatu kerajaan dan masing-masing
mengangkat diri mereka sendiri sebagai raja. Dinasti Zhou pecah menjadi
beberapa negara kecil-kecil yang bertempur satu sama lainnya. Zaman ini
kemudian terkenal sebagai Zaman Negara-negara Berperang, di mana kemudian
diakhiri dengan penyatuan Cina di bawah Dinasti Qin.
Pertanian
Pertanian
di Dinasti Zhou sangat intensif dan dalam banyak kesempatan diarahkan langsung
oleh pemerintah. Semua tanah pertanian dimiliki oleh para bangsawan, yang
kemudian memberikan tanah mereka kepada budak mereka. Sebagai contoh, suatu
lahan dibagi menjadi sembilan bujur sangkar dalam ukuran jing (巾), dengan hasil gandum dari pertengahan
bujur sangkar diambil oleh pemerintah dan sisanya disimpan oleh petani. Dengan
cara ini, pemerintah bisa menyimpan surplus makanan dan mendistribusikan
kembali pada waktu kelaparan atau panen tidak baik. Beberapa sektor manufactur
penting selama periode ini termasuk kerajinan perunggu, yang di integralkan
dalam pembuatan senjata dan perkakas pertanian. Sekali lagi, industri ini
dikuasai oleh bangsawan yang mengarahkan material produksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar