
Dinasti Tang (618 - 907) adalah satu dari
tiga dinasti yang paling berpengaruh di Cina sepanjang
sejarahnya. Dinasti Tang menggantikan Dinasti Sui yang berumur
pendek, didirikan oleh keluarga Li. Li
Yuanmendirikan dinasti ini pada tahun 618 dan
menetapkan Chang'an sebagai
ibukota dinasti ini. Di tengah masa kejayaan dinasti ini, ada masa 15 tahun di
mana Kaisar Wu Zetian memaklumatkan Dinasti Zhou kedua. Kaisar Wu Zetian
merupakan kaisar wanita satu-satunya di dalam sejarah kekaisaran Cina.
Nama Tang sendiri berasal dari nama kuno
daerah Jin yang sekarang menunjuk kepada provinsi Shanxi. Setelah Dinasti Tang
berdiri keadaan tidaklah langsung aman. Selama kurang lebih enam tahun
kekacauan yang diakibatkan oleh pertikaian antar berbagai fraksipun berkecamuk.
Li Yuan dengan dibantu puteranya Li Shimin berjuang keras untuk memulihkan
perdamaian. Usaha ini akhirnya berhasil dan meletakkan dasar bagi kestabilan
politik di sepanjang sejarah Dinasti Tang.
Pada
masa kekuasaan Taizong hubungan antara timur dan barat makin terbuka dan
Chang-an, ibu kota Dinasti Tang menjadi kota terbesar dan termegah pada
jamannya. Salah satu prestasi terkenal pada masa kini adalah perjalanan Bhikshu
Xuanzang (kembali ke Chang-an pada tahun 645) untuk mengambil kitab suci
Tripitaka di India, dimana perjalanan ini mengandung semangat penjelajahan yang
baru menghinggapi bangsa barat sekitar 600 tahun kemudian. Rute perjalanannya
mirip dengan rute Marcopolo, sehingga Xuanzang terkadang disebut sebagai
Marcopolonya Tiongkok.
Pengganti
Taizong adalah kaisar-kaisar lemah. Berturut-turut Tiongkok diperintah oleh
Gaozong (649 – 683), Zhongzong (684; 705 – 710), dan Ruizong (684 – 690; 710 –
712). Kaisar Gaozong adalah seorang yang lemah secara fisik, sehingga akhirnya
sedikit demi sedikit kekuasaan jatuh pada selir kesayanganya yang ambisius,
bernama Wu Zetian (690 – 705). Ketika Gaozong terkena stroke pada tahun 660 dan
mengalami kebutaan serta kelumpuhan, Wu mulai bertindak atas nama suaminya di
dalam memegang kekuasaan kenegaraan.
Setelah
kematian suaminya, Wu mengangkat berturut-turut dua orang kaisar, yakni
Zhongzong dan Ruizong sebagai kaisar boneka, sebelum akhirnya pada tahun 690,
ia mengangkat dirinya sendiri sebagai kaisar dan menyebut Dinastinya dengan
nama Zhou. Namun sayang sekali Wu lupa diri dan melakukan tindakan yang
bertentangan dengan moralitas di istananya. Penyuapan dan korupsi marak di
mana-mana, sehingga sang kaisar wanitapun kehilangan simpati rakyat. Pada tahun
705 setelah gagal menyelamatkan kekasih-kekasihnya dari pembunuhan oleh pengawal
istana yang marah, Ratu Wu turun tahta. Kaisar Zhongzong dan Ruizong naik tahta
kembali, sehingga dengan demikian Dinasti Tang bangkit kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar