Selasa, 01 Maret 2016

Dinasti Shang

Dinasti-dinasti yang berkuasa pada masa Cina kuno.

Dinasti Shang (1766-1122 SM)


           
Dengan masuknya Dinasti Shang menandai masuknya China ke zaman sejarah. Pada awalnya Shang adalah nama sebuah suku yang mendiami salah satu bagian sungai Huang he dan merupakan bawahan dari dinasti Xia. Kaisar Tang yang merupakan pendiri dinasti Shang adalah keturunan ke-14 dari Xia.  Sebelum menumbangkan Dinasti Xia, Tang adalah seorang Fan bo atau raja bawahan dinasti Xia. Setelah menggulingkan dinasti Xia, Tang mendirikan dinasti Shang, serta menjadikan Bo sebagai ibukotanya. Tang mempelajari kesalahan pendahulunya, sehingga tidak memperlakukan rakyatnya secara semena-mena, serta banyak mempekerjakan menteri baik dan bijaksana. Oleh karena itu pada masa pemerintahanya terjadi kemajuan yang pesat.
a.  Perkembangan Seni, Teknologi, dan Sosial Budaya
Peninggalan utama Dinasti Shang adalah apa yang disebut dengan tulang-tulang ramalan, yaitu tulisan pada tulang dan tempurung kura-kura. Pada masa dinasti Shang tulang-tulang itu digunakan untuk meramal dan menanyakan pada para dewa serta roh nenek moyang. Tulang-tulang itu dibakar setelah pertanyaan di tuliskan di atasnya dan orang pada zaman itu percaya jawabanya ditafsirkan dari retakan tulang tersebut.
Kemajuan  Dinasti Shang yang adalah dalam bidang peternakan dan pertanian yaitu mereka telah mengembangkan teknologi tinggi dalam menanam jewawut, gandum dan jelai. masyarakat Shang juga telah mengembangbiakan ulat sutera, babi, anjing, domba, dan sapi. Berdasarkan hasil penggalian, ditemukan betapa majunya dinasti Shang dalam membuat barang-barang dari perunggu, seperti bejana dan senjata.
Pada masa Dinasti Shang berkembanglah sistem perbudakan, di mana kaum bangsawan hidup dalam kemewahan, sementara kaum budak hidup dalam kondisi yang sangat buruk. Setelah pemilik budak meninggal, maka budak-budaknya juga dikubur hidup-hidup sebagai korban bersama-sama dengan persembahan berupa hewan. Ada beberapa hal yang perlu dijelaskan di sini. Para budak, tidak seperti halnya perbudakan di Tibet, Amerika atau tempat lainnya, perbudakan yang terjadi adalah seseorang menjual dirinya kepada seorang majikan sebagai pelayan seumur hidup, jadi mereka diperlakukan sebagai pelayan secara manusiawi dan mengganti marga mereka sesuai dengan majikannya. pengertian dikubur hidup-hidup harus dijelaskan bahwa yang bersangkutan ikut dikubur sebagai pelayan, tidak langsung mati saat dikubur, kuburan orang kaya di Tiongkok besar sekali ukurannya, bisa sebesar rumah bahkan lebih dalamnya, jadi para pelayan itu ikut masuk di dalam kuburan dan duduk di ruangan pelayan, dan disediakan lampu minyak sebagai penerangan dan makanan serta minuman untuk beberapa saat, kalau makanan dan minumannya habis baru mereka mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar